Cerpen Sindiran Sukses
Alohaaa.......
Lama ya tidak berjumpa, entah udah berapa tahun aku gak bertamu di blogku, hehe. Maafkan aku yang selalu sibuk. Tapi sudahlah lupakan saja.
Hari ini, hmm, hari apa ya ? oya hari selasa hehe. Aku mau nge-post cerpen ketiga aku nih. Oya cerita kali ini aku melihat perjuangan seseorang dalam menggapai cita-citanya. Mungkin sebagian udah pada kenal tokoh utamanya. Menurutku si tokoh utama ini sangat memotivasi aku untuk membuat cerita dengan membaca blognya. Makanya perjuangannya aku tuangkan melalui cerita.
Maaf kalo ada salah kata atau salah arti. Terima kasih.
Semoga kalian yang baca suka ya, SELAMAT MEMBACA
Lama ya tidak berjumpa, entah udah berapa tahun aku gak bertamu di blogku, hehe. Maafkan aku yang selalu sibuk. Tapi sudahlah lupakan saja.
Hari ini, hmm, hari apa ya ? oya hari selasa hehe. Aku mau nge-post cerpen ketiga aku nih. Oya cerita kali ini aku melihat perjuangan seseorang dalam menggapai cita-citanya. Mungkin sebagian udah pada kenal tokoh utamanya. Menurutku si tokoh utama ini sangat memotivasi aku untuk membuat cerita dengan membaca blognya. Makanya perjuangannya aku tuangkan melalui cerita.
Maaf kalo ada salah kata atau salah arti. Terima kasih.
Semoga kalian yang baca suka ya, SELAMAT MEMBACA
Sindiran Sukses
Hujan malam membuat udara terasa
dingin seperti salju turun ke bumi yang
menusuk kulit Ody, saat ia akan pulang kerumah yang cukup jauh
dari tempat kerjanya.Tidak lama kemudian sebuah bis pun datang menghampiri
penumpang yang melaju ke tujuan penumpangnya masing-masing. Sebenarnya, ia adalah siswa kelas 3 di SMA
Negri di Jakarta yang berkepribadian
putih, cantik, berhijab dan berprestasi tetapi demi masa depannya untuk bisa
kuliah di Universitas ternama di Indonesia, Ody rela bekerja sampingan sampai
malam untuk mengumpulkan biayanya nanti. Saat Ody melamun membayangkan bagaimana
ia akan masuk Universitas ternama, tiba-tiba
kondektur membuyarkan lamunannya karena saatnya Ody akan turun. Ody berhenti di
depan sebuah rumah besar yang sebelah kirinya terdapat beberapa rumah kecil,
yang disewakan bagi orang yang membutuhkannya dan disitulah Ody tinggal, karena
kedua orang tuanya berada di Bandung. Dulu saat akan pergi ke Jakarta
sebenarnya hatinya tak rela tapi demi keinginan dan cita-citanya Ody harus
pergi, padahal kehidupan orang tuanya sangatlah berkecukupan, tetapi Ody ingin
hidup mandiri . Malam itu sesampainya dirumah Ody berganti pakaian, lalu tidur
karena hari itu adalah hari yang sangat melelahkan baginya.
Adzan subuh membangunkan tidur Ody dan segera ia bergegas melaksanakan
kewajibannya sebagai muslim. Pukul 06.30 Ody sudah berangkat sekolah dengan bis
kota yang lewat di depan rumahnya. Disekolah Ody termasuk siswa yang mudah
bergaul, kebanyakan temannya adalah laki-laki. Seperti biasa, di sekolah Ody belajar dengan giat dan rajin.
Saat bel pulang berbunyi Ody segera ke kamar mandi sekolah untuk berganti
pakaian karena sepulang sekolah Ody harus mengajar privat di dua tempat.
Kedua tempat Ody mengajar privat tidak jauh dari sekolahnya hanya naik
angkutan umum saja sampai, karena alamat keduanya hanya berbeda satu blok yaitu
di sebuah perumahan daerah pondok gede. Jam menunjukkan
pukul 16.00 WIB selesai sudah Ody mengajar privat yang pertama sebelum Ody
melanjutkan ketempat kedua tak lupa Ody menunaikan ibadah sholat Ashar, setelah
itu Ody pamit lalu pergi ke tempat ia mengajar selanjutnya sampai pukul 20.00
WIB. Aktifitas setelah pulang sekolah itu Ody lakukan demi cita-citanya kelak
ingin menjadi seorang dokter gigi yang darmawan dan menolong siapa saja yang
membutuhkannya.
Malam itu Ody tidak langsung pulang seperti biasanya, karena ia harus
membeli sebuah buku untuk persiapan menghadapi ujian nasional nanti dengan
berjalan kaki. Jalanan di daerah itu sepi, hanya beberapa saja yang lewat itu
pun mengendarai sepeda motor. Saat Ody berjalan perasaannya tidak enak, seperti ada yang mengikutinya tapi saat Ody
menoleh kebelakang tidak ada seorangpun, saat itu perasaan Ody sangat takut
akhirnya Ody berjalan cepat karena jalanan yang Ody lewati sangat sepi. Di
pertigaan jalan tiba-tiba dua orang berwajah seram yang tidak dikenal
menghampiri, sepertinya mereka adalah preman di daerah perumahan ini. Melihat
keadaan itu Ody berlari sangat kencang, tetapi dua preman itu mengejarnya dan berhasil
menangkapnya, lalu preman itu menodongkan pisau kelehernya apabila Ody tidak
mau memberikan uangnya. Tanpa berpikir panjang lagi Ody memberikan semua uang
yang ada di dompetnya hingga tak tersisa, daripada ia harus mati tanpa
membahagiakan kedua orang tuanya. Setelah kedua preman itu mendapatkan apa yang
mereka inginkannya , mereka buru-buru pergi takut ada warga yang tahu melihat
aksinya. Setelah itu Ody tidak jadi pergi ke toko buku karena uangnya dirampok
sampai habis tak tersisa lagi, Ody lalu pulang dengan hati yang sangat sedih,
kesal, dan bingung. Bingung karena Ody tak tahu pulang harus naik apa, terpaksa
Ody harus berjalan kaki untuk sampai dirumahnya. Malam itu adalah malam yang
sangat buruk dalam hidupnya.
Setelah kejadian malam itu Ody tidak lagi mengajar privat malam hari, ia
hanya mengajar sampai pukul 16.00 WIB saja
dan tidak berani untuk keluar malam. Kini Ody bingung apakah kejadian
itu akan ia ceritakan kepada orang tuanya di Bandung, tetapi kalau Ody
ceritakan pasti ia tidak akan bisa mewujudkan cita-citanya dan harus pulang ke
rumah kedua orang tuanya. Pikiran itu selalu terngiang di kepala sampai-sampai
ia tidak konsentrasi dengan aktivitas dan belajarnya. Di sekolah Ody banyak
melamun, tidak konsentrasi dalam belajar, dan membuat temannya binggung karena
Ody aktif dalam bergaul. Perubahan yang terjadi pada dirinya sangat mengganggu
sekolahnya, seperti kata pepatah “mati segan hidup tak mau” begitulah Ody saat
ini.
Hari-hari berlalu sebelum menjelang ujian nasional tiba. Nilai Ody yang
sangat menurun membuat khawatir wali kelasnya, sampai saat ini Ody belum menceritakan
kepada siapapun yang membuat ia menjadi seperti ini. Ketika jam istirahat Ody
hanya melamun di bangkunya, tiba-tiba teman lelakinya yang dekat denganya
bernama Ari mengatakan bahwa “masalah hidup itu biasa, yang harus kita
hadapi dengan tawakal dan berdoa, untuk apa kita berdoa siang malam kalau
manusia itu sendiri yang membuat masalah kecil menjadi besar dan orang itu
hanya berdiam diri tanpa melihat keadaan buruk yang akan menimpanya”. Ody hanya
berdiam melihat Ari yang menasehatinya terus menerus, tak lama Ody pun menceritakan
masalahnya yang membuat Ari mengerti apa yang harus Ari dilakukan sebagai
teman yang baik.
Masalah yang selama ini membuatnya terpuruk kini tumbuh semangat baru yang
membara dalam diri Ody. Demi cita-cita dan membanggakan kedua orang tuanya yang
tinggal selangkah lagi menuju masa depan. Ody kini terlahir kembali menjadi Ody
yang dulu, Ody yang aktif, Ody yang ceria, dan Ody yang rajin belajar. Hari-hari
Ody kini lebih ceria, semua aktivitas ia kerjakan dengan cekatan. Buku-buku
yang akan menuntunnya untuk menghadapi ujian nanti kini tertata rapih di kamarnya. Tiap malam Ody
selalu shalat tengah malam bersujud kepada sang cipta untuk dimudahkan dalam
mengerjakan soal-soal ujian, tak lupa Ody meminta doa kedua orang tuanya untuk
bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.
Beberapa hari berlalu ujian nasional menunggu bagi siswa kelas tiga yang
akan meninggalkan tempat mereka menuntut ilmu dan hari ini adalah final bagi
mereka kelas 3 termasuk Ody. Dalam perjalanan ke sekolahnya Ody selalu berdoa,
berdoa, berdoa, dan terus berdoa. HARAP
TENANG SEDANG ADA UJIAN begitulah tulisan yang ada di depan sekolahnya
terpampang besar. Setiap detik bagi Ody sangatlah berharga dan detik demi detik
Ody lalui dengan tenang dia yakin dengan apa yang dia kerjakannya dapat
membawanya mendapatkan apa yang Ody inginkan. Selama tiga hari Ody lewatkan
semua ujian dengan hati tenang dan penuh percaya diri. Kini Ody hanya bisa
menunggu hingga keputusan hasil ujiannya .
Hari yang selalu ditunggunya tiba yaitu hari kelulusan, semua siswa merasa
deg-degan begitu pula Ody dan teman-temannya. Di sekolah SMA Negri Jakarta
mengumumkan hasil ujian kelas 3 melalui acara wisuda. Sebelum hari wisuda Ody
menelepon orang tuanya untuk hadir ke acara yang setiap orang tua
tunggu-tunggu. Saat acara wisuda Ody sangat cantik sekali dengan memakai kebaya
warna ungu dan wajahnya di make up seperti bidadari yang jatuh dari langit
turun ke bumi. Semua teman-temannya terperangah melihat Ody yang begitu cantik.
Acara wisuda dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan
dengan sambutan-sambutan.Ternyata seluruh siswa SMA Negri Jakarta lulus
dengan 100%. Saat MC mengumumkan nilai tertinggi pada mata pelajaran Matematika
semua menjadi penasaran, dan yang mendapat nilai tertinggi Matematika adalah
Ody , semua orang bertepuk tangan saat Ody naik ke atas panggung. Ucapan
terimakasih Ody sampaikan kepada orang yang membuatnya berhasil seperti ini. Rasa
senang, bahagia, gembira, sedih , dan terharu bercampur menjadi satu dalam
acara wisuda ini.
Perjuangan Ody tidak sampai disitu dan inilah saatnya tolak ukur dalam
prestasinya, saat ini Ody mendaftar Universitas ternama di Indonesia yaitu
Universitas Indonesia (UI). Di UI Ody mengambil Fakultas Kedokteran Gigi (FKG),
ini adalah cita-cita sejak kecil mengajak orang lain mempunyai gigi putih dan
berseri. Semua test di Universitas Indonesia Ody lalui dengan percaya diri dan
hanya menunggu hasilnya saja. Kini Ody menjadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Gigi di Universitas Indonesia.
-TAMAT-
Komentar
Posting Komentar