Cerpen Teman Hidup
haii...
cerpen keduaku selamat membaca teman 😉...
cerpen keduaku selamat membaca teman 😉...
TEMAN HIDUP
Oleh Siti Juariah
Wajah cantik dan memiliki
kepribadian yang baik pasti yang diinginkan oleh para wanita. Hana adalah
wanita idaman semua pria, sudah banyak laki-laki yang menyukainya di kantor
tapi sayangnya nasib mereka tidak beruntung. Saat ini Hana masih sendiri
menurutnya belum ada laki-laki yang cocok untuknya. Entah apa yang membuatnya
tidak mau menerima laki-laki yang ingin jadi kekasihnya, sekalipun laki-laki
yang tampan dan kaya saja Hana tetap menolaknya. Hana mempunyai alasan tersendiri
untuk tetap hidup tanpa kekasih, tapi didalam hati yang paling dalam Hana
menyukai kepada seseorang. Sekarang ini, Hana bekerja di salah satu bank
Indonesia, karena memiliki prestasi dalam bekerjanya Hana menjadi Direktur
Bank. Suatu kebanggakan bagi orang tua Hana. Orang tuanya selalu mengajarkan
untuk disiplin dan menghargai waktu sehingga Hana selalu datang tepat waktu
dalam bekerja.
Laki-laki yang pernah ia
tolak bukannya menjauh malah terus mendekati, karena Hana masih bersikap baik
kepada semua orang. Suatu hari orang yang selama ini Hana kagumi bertanya
kepada tentang kegiatan besar yang akan diadakannya nanti yaitu ulang tahun
bank tersebut. “Bu, apakah yang saya kerjakan sudah benar ?” tanya Aldy. Hana
sedikit terkejut saat ditanyai oleh Aldy saat waktu senggang. “Oh ya,
sudah-sudah benar, hanya saja kurang sedikit modifikasi lagi !” seru Hana.
“Baik Bu, secepatnya saya akan kerjakan,” jawab Aldy. “Ya baik,” ujar Hana
singkat. Sesungguhnya hati Hana saat itu gugup saat berbicara dengan Aldy, tapi
Hana tidak ingin menunjukkan sikap gugupnya kepada Aldy. Hari menjelang sore,
semua karyawan menyelesaikan tugasnya dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah
masing-masing. Ketika hendak berjalan keluar tiba-tiba teman Hana bernama Adi
yang dulu pernah menembaknya mengajak
untuk pulang bersama karena arah rumah Hana searah. Saat itu Aldy yang
kebetulan lewat mendengar percakapan mereka lalu tersenyum kepada Hana.
Perasaan Hana serba salah antara ingin menolak tawaran Adi karena telah
terlihat Aldy atau menerima tawarannya untuk agar tidak menyinggung perasaan
Adi. Dengan terpaksa Hana menerima tawaran Adi untuk pulang bersamanya.
Dijalan mereka
berbincang-bincang, saat dipertigaan Hana tidak sengaja melihat wajah seperti
Aldy yang sedang makan di pinggir jalan, pikiran Hana tidak karuan apakah itu
Aldy atau bukan?, tapi kalau itu Aldy lalu siapa perempuan yang bersamanya ?,
apakah dia sudah punya kekasih ?, tapi Aldy tidak pernah membicarakan
kekasihnya saat sedang ngobrol bersamanya ?, hati Hana benar- benar hancur lebur
malam itu. Sesampainya dirumah Hana langsung pergi kekamar, tidak biasanya Hana
seperti ini dan membuat orang tuanya heran. Orang tua Hana memanggil adiknya
yang bernama Hasya untuk menanyai keadaan Hana. Hasya yang sudah di depan pintu
kamar Hana menanyakan keadaannya. “Kak, boleh aku masuk, ? “ tanya Hasya, dari
dalam kamar Hana tidak menjawab apa-apa lalu Hasya mengulang pertanyaan tadi.
“Kak, boleh aku masuk, ini aku bawain teh buat kakak supaya badan kakak hangat,
kan malam ini udaranya sangat dingin, !” seru Hasya sekali lagi. Hasya menunggu
respon dari kakaknya, perlahan pintu kamar Hana terbuka lalu Hasya masuk. Hasya
melihat bahwa kakaknya sedang bersedih, tapi Hasya tidak tau bersedih karena
apa. Hasya ingin bertanya kenapa Hana bersedih tapi takut menyinggung perasaan
Hana, akhirnya Hasya hanya duduk di pinggiran tempat tidur. Tidak lama setelah
Hana mulai tenang, Hasya menanya penyebab Hana menangis, “Ada yang menyakiti
Kakak ya ,?” tanya Hasya, “Nggak papa kok cuma tadi ada yang bikin perasaan ku tersayat-sayat aja,” jawab Hana,
“Pacar kakak ,?” tanya Hasya lagi, “Belum,” jawab Hana singkat, “Belum berarti
kakak suka sama dia,?” tanya Hasya penasaran, “Ya sebenernya kakak suka
dengannya sudah lama sekali, sejak dia mulai bekerja di bank itu, tapi kakak
bingung harus gimana,’ jawab Hana. Hasya sudah tahu sifat kakak kesayangannya
seperti apa, makanya Hasya selalu menyemangatkan kakaknya jika Hana sedang
bersedih. Hana menceritakan semua perasaannya kepada adiknya. Malam itu malam
yang memilukan bagi Hana, tapi Hana sendiri tidak tahu apakah itu benar atau
tidak.
Keesokan harinya, Hana
sedikit berbeda jika bertemu dengan Aldy. Ketika istirahat tiba Aldy bertanya
tentang perubahan sikap yang Hana lakukan kepada Aldy. “Han… kamu kenapa ? “
tanya Aldy, “Gak aku gak kenapa-kenapa, cuma lagi males ngomong aja, “ jawab
Hana sambil berlalu. Aldy yang heran melihat sikap Hana. Aldy bertanya dengan
rekan kerja Hana tapi percuma mereka juga tidak tahu penyebabnya. Sejak itu
Hana selalu bersikap dingin terhadap Aldy.
Kantor meliburkan pegawainya
selama dua hari setelah acara perayaan hut bank diadakan. Kesempatan ini
dimanfaatkan oleh Hana untuk jalan-jalan di sebuah Mall bersama Hasya. Sudah
hilang perasaan hatinya kepada Aldy sejak kejadian itu. Setelah pergi ke Mall
untuk membeli baju dan sepatu, mereka melanjutkan untuk pergi ke Ancol. Mereka
berdua bersenang-senang seperti tidak ada beban dalam hidup mereka. Semua
maninan di Dufan mereka naiki tanpa satu pun yang terlewatkan. Saat akan
membeli minuman Hana melihat wanita yang waktu itu makan bersama Aldy. Hana
yang penasaran lalu mendekati wanita tersebut dan mengikuti kemana wanita itu
pergi. Hasya yang duduk di kursi taman menunggu kakaknya yang sedang beli minman,
tapi kakaknya membeli minuman lama sekali. Tanpa berpikir panjang Hasya pergi
ke penjual minuman tempat Hana tadi membeli, tapi Hasya tidak menemukan
kakaknya disana. Hasya mencari-cari kemana Hana pergi, tidak lama akhirnya
Hasya menemukan kakaknya Hana seperti sedang mengikuti seseorang. Hasya yang
penasaran juga ikut mengikuti kakaknya, Hanapun terkejut melihat disampingnya
adalah Hasya. “Kak ngapain sih disini, ditungguin juga, lagi ngapain sih ,?”
tanya Hasya, “Ssstttt… diem, Kakak lagi menyelidiki orang nih,” pinta Hana, “Emang
Kakak lagi nyelidikin siapa,?” tanya Hasya dengan suara berbisik, “Itu cowok
yang buat Kakak sedih waktu itu,!” seru Hana, “O, Kak Aldy,!” seru Hasya, “Ya,”
jawab Hana, “Oke deh kalo begitu,!” seru Hasya sambil berjalan mendekati Aldy
yang membuat Hana kaget. “Loh Dek kamu mau kemana, ?” tanya Hana. “Aku mau
nyamperin kak Aldy, kakak tunggu aja disitu, oke,!” seru Hasya sambil
mengacungkan jempol. Hana tidak tau apa yang Hasya rencanakan, apakah adiknya
akan memarahi Aldy karena sudah menyakiti hati kakaknya atau berterus terang
tentang perasaan kakaknya. Hana bingung dan khawatir saat melihat Hasya sedang
berbincang dengan Aldy.
“Hai kak Aldy, “ sapa Hasya
dengan ramah. “Hai juga, maaf adik siapa ya,?” tanya Aldy heran. “kenalin kak,
aku Hasya,”jawab Hasya sambil mengulurkan tangannya. “Ya saya Aldy, “ jawab
Aldy . “Aku fans kakak lho selama ini,”kata Hasya. Aldy yang heran lalu
berkata, “Hah fans saya, emang kamu tau saya kerja dimana,?” tanya Aldy untuk
memastikan apakah benar Hasya adalah fansnya. “Tau kak,” jawab Hasya lalu
menyebutkan tempat bekerja, rumah, warna kesukaan, hobi, dan lalin-lain, semua
yang sudah diceritakan kakaknya selama ini. Aldy kaget ternyata ada seorang
gadis yang tak ia kenal tapi tau semua tentang dirinya. Rencana Hasya berhasil
untuk bisa mendekati Aldy dengan pura-pura menjadi fans Aldy. “Kak, aku boleh
tanya gak, ?” tanya Hasya. “Kamu mau nanya apa,!”seru Aldy. “Aku Cuma mau
nanya, em kakak yang bersama kak Aldy itu siapa kakak,?” tanya Hasya agak
gugup. “kenapa emang Sya,!”seru Aldy. “Gak kak cuma mau tanya aja, emang salah
ya kak,”jawab Hasya. “Gak kok, kamu gak salah, itu adik sepupu kakak yang baru
datang dari Bandung, kebetulan kami dari dulu dekat sekali, sampe-sampe
dibilang pacaran,” jawab Aldy sambil tersenyum. Ternyata dugaan Hasya pertama
kali melihat Aldy benar, Aldy adalah orang yang sangat baik dan tidak mungkin
ia akan menyakiti hati seorang perempuan. “Oh ya udah kak makasih ya, aku mau
ketemu kakak aku dulu,!” seru Hasya sambil berlalu. “Lho buru-buru banget, ya
sudah hati-hati ya,!’ seru Aldy.
Hana yang sejak tadi
melihat dari kejauhan apa yang dibicarakan antara Hasya dan Aldy menjadi
penasaran. Ketika Hasya sudah berjalan kearah Hana, buru-buru Hana mendekati
Hasya dan menanyakan apa yang dikatakan Aldy. Hasya pun menceritakan dialognya
bersama Aldy . “Dan ternyata kak perempuan yang bersama kak Aldy itu sepupunya
yang datang dari Bandung,”ujar Hasya. “Yang benar kamu Sya,?” tanya Hana
penasaran. “Iya kak, kak Aldy sendiri kok yang bilang katanya emang mereka
berdua sering di bilang pacaran sama orang-orang, padahalkan hanya sepupu
saja,” jawab Hasya dengan penuh keyakinan. “Sebenarnya aku sudah menebak kalo
perempuan itu bukan pacaranya kak Aldy sih kak,!’ seru Hasya. Hati Hana seperti
berbunga-bunga mendengar perkataan Hasya. Liburan hari ini membuat Hana selalu
tersenyum saat membayangkan wajah Aldy.
Dua hari sudah libur untuk
para karyawan bank, kini mereka kembali disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.
Hana datang dengan mimik yang sangat ceria, begitu pula yang ada didalam
hatinya berbunga-bunga seperti bunga mawar yang baru saja mekar. Ketika bertemu
dengan Aldypun Hana menyapa dengan senyuman yang manis. Perasaan yang berbeda
kini dirasakan oleh Aldy, ketika Hana menyapanya.
Hari-hari Hana dan Aldy
menjadi lebih dekat sehingga menjadi buah bibir di tempat bekerja mereka. Namun,
sampai sekarang mereka belum menjadi sepasang kekasih. Sampai pada suatu hari
di tempat bekerja saat jam istirahat, selesai melaksanakan shalat zuhur seperti
biasa Hana makan siang di tempat biasa, tiba-tiba Aldy menghampiri Hana dan
membawa sebuah bunga dan bukan cuma Aldy saja yang membawa bunga tetapi para
karyawan pria pun ikut membawa bunga dan mulai mendekati Hana. Hana yang mulai
didekati banyak orang salah tingkah dan tersipu malu. Ternyata Aldy
merencanakan sesuatu yang special untuk menyatakan cintanya dan sudah lama
sekali Aldy ingin menyatakan perasaannya kepada Hana, tapi Aldy ingin membuat
kejutan kepada wanita yang ia sayangi dan kasihi selama ini. Suasana kantor
saat itu sangat penuh kegembiraan seperti Hana dan Aldy yang menjadi sepasang
kekasih.
-TAMAT-
Komentar
Posting Komentar